kampanye jender

Pertama, berawal dari keprihatinan tentang masih banyaknya kekerasan berbasis jender yang terjadi di Semarang pada khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya. Lalu kedua, berasal dari keprihatinan pula akan masih adanya kekerasan simbolik yang dilakukan oleh media massa, dimana dialamatkan ke perempuan dan anak, korban kekerasan seksual, melalui tulisan-tulisan seperti ‘digagahi,’ ‘digilir,’ ‘dikerjai’ ataupun ‘digarap.’ Mereka…