milad pejuang jender

20140724_155233

 

LSM LRC-KJHAM tepat hari ini berulang tahun ke-15. Anda mungkin belum tahu LRC-KJHAM itu apa? yap, lsm ini sendiri merupakan salah satu ‘pejuang’ nasib perempuan korban kekerasan berbasis jender di Jateng, dengan kegiatannya secara umum berupa pemberian bantuan hukum, kampanye anti kekerasan dan monitoring, menyediakan informasi jender melalui perpustakaan dan publikasi, serta melakukan konseling/pendampingan.

Sementara itu, untuk memeriahkan ulang tahun tersebut, para pengurus lsm mengadakan seminar yang diselenggarakan di Padang Plus Resto (Depok, Semarang), dengan judul ‘Memastikan Terpenuhi Hak-hak Korban Kekerasan Seksual Melalui Perlindungan Hukum dan Kebijakan yang Berpihak,’ dimana menghadirkan dua pembicara, Eva Rahmawati dari Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (BP3AKB) Jateng serta Witi Muntari (perwakilan LRC-KJHAM).

20140724_15522620140724_163512

 

 

 

 

 

 

 

Menurut Witi, berdasarkan monitoring kekerasan seksual selama delapan bulan terakhir (nopember 2013-juni 2014), tercatat Kota Semarang menduduki peringkat ‘pertama’ dengan 46 kasus, disusul Kota Tegal (9 kasus), Kab. Semarang (8 kasus), Kab. Wonogiri (7), lalu Kab. Temanggung, Karanganyar dan Batang (masing-masing tertulis 5 kasus).

Untuk temuan-temuan atas hambatan penegakan hak korban kekerasan seksual, lanjut Witi, beberapa diantaranya: pusat pelayanan terpadu (ppt) di kab/kota (Brebes, Grobogan, Kab. Semarang, Kudus) mayoritas tidak punya anggaran khusus untuk layanan medis, bantuan hukum dan pemberdayaan ekonomi bagi korban; perspektif penegakan hukum juga masih menyalahkan korban.

Selanjutnya, tutur Witi, beberapa rekomendasi yang dikeluarkan LRC-KJHAM berupa: Pemprov Jateng harus mengadvokasi/mendorong (ppt) di kab/kota memiliki anggaran khusus penangan medis dan bantuan hukum untuk korban; menambah tenaga psikolog yang berperspektif korban di RSUD Tugurejo; perlunya memperkuat perspektif ham dan korban, bagi penegak hukum.

Untuk pembicara kedua (Eva) mengatakan minimal ada lima pelayanan yang wajib diberikan pemerintah bagi perempuan dan anak korban kekerasan, yaitu: layanan pengaduan, layanan rehab medis, layanan rehab sosial, layanan bantuan hukum, serta layanan pemulangan dan reintergrasi sosial. Namun, Eva mengakui masih lemahnya layanan rehab sosial dari pemerintah, seperti pendampingan/konseling kelompok terhadap korban. Oleh karena itu, dia meminta Dinas Sosial untuk bisa bekerjasama membangun sistem rehab sosial.

Sementara itu, untuk seminar ini sendiri dihadiri oleh perwakilan mitra-mitra LRC-KJHAM, seperti: ppt kab/kota semarang, dinas sosial, aparat kepolisian dan juga para korban kekerasan. Akhir kata, semoga LRC-KJHAM atau siapapun yang berempati atas kasus jender ini bisa terus konsisten ‘berjuang’, selamat milad.

20140724_171743

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *